Tantangan yang Menunggu Argentina

Tantangan yang Menunggu Argentina

Bandar Togel Online, Vina del Mar – Sulit payah lolos dari fase group, Argentina saat ini memandang Kolombia di pertandingan perempatfinal Copa America 2015. Tantangan lain telah menunggu La Albiceleste. Dapatkah diatasi?

Argentina jadi salah satu unggulan juara di Copa America th. ini. Tetapi selama ini debut Lionel Messi dkk. belum terlampau memberikan keyakinan.

Walau lolos dari fase group dengan status juara, tetapi pasukan Gerardo Martino tidak memperolehnya dengan gampang. Dua kemenangan yang dicapai, dua-duanya dipetik dengan score tidak tebal 1-0. Sesaat satu pertandingan yang lain selesai imbang 2-2.

Argentina sendiri mengaku ada kesusahan hadapi beberapa lawannya itu. Satu hal yang jadi gosip serius yaitu, mereka kesusahan hadapi lawan-lawan yang bermain bertahan.

Statistik yang dicatat whoscored tunjukkan bahwa Argentina mempunyai catatan penguasaan bola mengesankan, salah satu yang paling tinggi selama ini. Mereka rata-rata mencatatkan persentase penguasaan bola 70, 1%, cuma kalah tidak tebal dari Chile yang mempunyai catatan 70, 4%.

Mereka juga mempunyai catatan akurasi umpan paling bagus. Persentase rata-ratanya yaitu 87, 5%, unggul dari Brasil di posisi dua dengan 86, 3%. Masalahnya yaitu penguasaan bola serta akurasi itu jadi tidak bermakna, lantaran mereka kesusahan lakukan penetrasi waktu bertemu dengan lawan yang menumpuk pemain di ruang pertahanannya.

Dari tampilan menguasai selama ini, Argentina sendiri dapat melepas rata-rata 16, 7 tembakan per pertandingan. 10, 7 dilepaskan dari ruang kotak penalti, sesaat enam yang lain dari luar. Dari keseluruhan tembakan itu, cuma enam yang pas tujuan atau mengarah ke gawang.

Bila dihitung, Argentina selama ini cetak empat gol dari tiga pertandingan. Tiga gol dari permainan terbuka sesaat satu yang lain dari titik penalti. Berarti mereka rata-rata cetak gol 1, 33 per kompetisi. Dengan hal tersebut, dari rata-rata enam tembakan yang mengarah ke gawang praktis cuma satu yang berbuah gol per laganya.

Masalah kesusahan ini, gelandang Argentina Angel Di Maria menyebutkan timnya kehilangan sosok penyerang seperti Hernan Crespo atau Gabriel Batistuta yang andal di duel-duel hawa. Dengan kata lain saat kesusahan menembus pertahanan lawan dengan permainan kaki ke kaki, mereka dapat coba menyerang melalui bola-bola hawa.

” Beberapa orang serta jurnalis, mereka banyak berkomentar, namun tidaklah gampang hadapi 10 pemain bertahan. Melawan Jamaika, kami waktu itu ada di paruh penyerangan serta mereka bertahan. Susah mencari ruangan, ” tuturnya seperti ditulis website resmi Copa America.

” Saat Crespo atau Bati jadi sosok sentral, Anda dapat kirim bola atas buat mereka. Kami pendek, bila kami tak memainkan bola bawah, situasinya jadi susah, ” tambah pemain Manchester United itu.

Lalu apakah tantangan yang sama bakal menunggu waktu hadapi Kolombia? Pasti ada kesempatan sekian. Lihat Argentina kesusahan di fase group, mungkin saja Kolombia menyesuaikan serta mengaplikasikan style bertahan. Tetapi bila dipandang dari kacamata ideal, dengan anggapan Kolombia tampak sesuai sama style aslinya yang cukup terbuka, ada tantangan lain yang butuh dihadapi Argentina.

Kolombia sendiri selama ini terdaftar mempunyai persentase penguasaan bola ke lima paling besar di Copa America 2015 dengan 52, 2%. Akurasi umpannya 77, 2%. Mereka rata-rata melepas 15, 3 tembakan per pertandingan, tetapi yang akurat rata-rata cuma dua per partai.

Seperti Argentina, mereka juga mempunyai permasalahan yang sama yaitu kesusahan cetak gol. Jadi tambah lebih jelek lantaran selama ini tim bimbingan Jose Pekerman baru cetak satu gol dari tiga kompetisi.

Yang menonjol dari permainan Kolombia yaitu catatan tekel serta intersepsinya yang baik. Rata-rata mereka mencatatkan 23, 7 tekel berhasil, yang meletakkan mereka di urutan tiga paling baik. Sesaat dalam soal intersepsi, mereka mempunyai rata-rata 14, 3 intersepsi serta adalah yang paling baik dalam segi ini.

Catatan itu sedikit banyak tunjukkan bahwa Kolombia bertahan dengan aktif daripada bermain menanti. Kenyataannya, dua pemain dengan jumlah rata-rata tekel paling banyak yaitu Carlos Sanchez (5) serta Juan Cuadrado (4, 3) yang diposisikan juga sebagai gelandang.

Sanchez juga jadi pemain dengan rata-rata jumlah intersepsi tinggi dengan 2, 7 intersepsi per pertandingan. Berarti Pekerman berusaha hentikan serangan lawan dengan cepat, untuk lalu memakai celah yang ditinggalkan lawan.

Bila mengaplikasikan style bermain seperti sampai kini waktu melawan Argentina, pasti ada keuntungan serta kekurangan untuk Kolombia. Bila tidak berhasil membaca serta hentikan serangan Argentina dengan cepat, pertahanan mereka lebih gampang diungkap. Tetapi bila sukses hentikan serangan dengan cepat, Kolombia mempunyai kans untuk menusuk ruangan yang ditinggalkan beberapa pemain Argentina.

Argentina sendiri ketertarikan memandang duel melawan Kolombia. Tidak disangkal akan susah, namun mereka menilainya style main James Rodriguez dkk. yang terbuka akan memberi keuntungan buat mereka.

Baca Juga : Godin Mengharapkan Miranda Tidak Tinggalkan Atletico

” Kolombia yaitu rival yang berat namun bermain lebih terbuka dari pada tim-tim yang sudah kami hadapi selama ini. Diatas kertas, lawan-lawan seperti ini yaitu lawan-lawan yang untungkan kami, ” kata Rojo diambil Reuters.

Pantas dinantikan bagaimanakah jalannya kompetisi Argentina-Kolombia kelak. Apakah Argentina sukses mengoptimalkan kekuatan penguasaan bola mereka? Atau malah Kolombia yang dapat mengambil peluang?