http://arab-index.net/wp-content/uploads/2018/08/912762768.jpg.0.jpg

BERITA BOLA ONLINE  – Lucas Moura sedang menjadi buah bibir di Inggris berkat kinerja apiknya dalam pertandingan melawan Manchester United. Lucas mencetak dua gol untuk membantu Tottenham menjungkalkan Man United di Old Trafford.

Lucas sudah mencetak total tiga gol musim ini. Catatan itu memang impresif mengingat ia bukan penyerang murni dan lebih banyak beroperasi di belakang Harry Kane, baik di sayap maupun di tengah.

Lucas pun mengungkapkan rahasia di balik kinerja bagusnya pada awal musim ini. Ia mempersiapkan fisiknya dengan lebih baik karena Premier League memang membutuhkan kekuatan fisik yang lebih besar dibanding Ligue 1.

Lucas bergabung dengan Spurs pada Januari silam. Ia dibeli dari PSG dan tak langsung bisa menunjukkan permainan gemilang. Tapi kali ini, ia sudah bisa beradaptasi dengan baik dengan cara mempersiapkan kondisi fisiknya.

“Saat saya baru pindah ke sini, saya bisa tahu bahwa situasinya sangat kompetitif dan dinamis. Bekerja di sini sangat berat. Saya harus meningkatkan kekuatan fisik saya, dan itu saya tunjukkan dalam permainan,” cetus Lucas Moura kepada berita bola online.

BACA JUGA : Van der Vaart Sebut Ronaldo Harusnya Tiru Loyalitas Messi

“Di Prancis, pertarungan fisiknya tidak se-intens di sini. Tapi hal itu justru berdampak bagus bagi saya karena permainan saya menjadi berkembang. Saya menjadi tumbuh di sini dan terus berevolusi. Dari dulu semua orang mengatakan bahwa permainan saya akan cocok dengan Premier League dan saya akan bisa sukses di sini. Tapi ini baru awalnya saja.”

Alasan utama Lucas meninggalkan PSG adalah karena Unai Emery tidak menyukainya. Kebetulan, saat ini Emery menangani Arsenal, musuh bebuyutan Spurs.

Lucas Moura tidak bisa memahami mengapa Emery tidak mau memainkannya sama sekali musim lalu (2017-18). Padahal, apda musim 2016-18, Lucas Moura adalah pemain dengan jumlah gol terbanyak kedua di PSG dengan 19 gol dan 10 assist, di belakang Edinson Cavani. Tapi musim lalu Lucas Moura bahkan jarang dibawa ke bench. Lucas Moura pun memutuskan hengkang pada tengah musim karena tak kuat diasingkan tanpa alasan.

“Situasi itu sangat berat, tujuh bulan terburuk dalam hidup saya. Musim sebelumnya saya bermain sangat baik, menjadi pencetak gol terbanyak kedua di tim, di belakang Cavani. Tapi musim selanjutnya, saya bahkan tak dipanggil masuk tim cadangan. Saya terus ikut latihan, tapi saya tidak diajak ke pertandingan, jadi saya pulang saat tim bermain,” kenang Lucas Moura.

“Situasinya memang sangat berat. Tapi saya terus bekerja keras, berusaha untuk kuat. Untungnya Tuhan memberikan hadiah terbaik dalam hidup saya; kelahiran anak saya.”