http://arab-index.net/wp-content/uploads/2018/09/DLOokYc8UKM-fB9H4xMDoxOjBzMTt2bJ.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Salah satu legenda Liverpool Graeme Souness menilai James Milner adalah tipe pemain yang profesional sementara Paul Pogbaadalah pemain yang egois.

Pogba masih kesulitan untuk membuktikan kelasnya secara konsisten di skuat Manchester United. Kadang ia tampak layak dibeli seharga 89 juta pounds. Contohnya seperti saat ia membantu MU mengalahkan Young Boys di Liga Champions kemarin.

Namun kadang tampak main malas-malasan. Alhasil, Mourinho pun sempat mencadangkannya beberapa kali musim lalu.

Pogba pun akhirnya mendapat banyak kritikan bertubi-tubi. Salah satu orang yang kerap mengkritiknya adalah Souness, di mana ia kerap menganggap Pogba sebagai pemain yang flamboyan.

Souness kemudian diminta memilih di antara Pogba atau Milner oleh Paddy Power. Dengan tegas, ia pun memilih sang gelandang Liverpool.

BACA JUGA : Harry Kane Sedang Melempem Karena Dia Bukan Mesin

Dikatakannya, Milner pemain yang bisa menunjukkan bagaimana seharusnya seorang gelandang yang baik itu bermain di lapangan. Sementara Pogba adalah tipe pemain yang egois.

“Itu mudah,” seru gelandang serba bisa berusia 32 tahun ini.

“Itu bahkan bukan pertanyaan. Milner, setiap hari dalam sepekan. Ia pemain yang bagus,” pujinya.

Lebih lanjut, Souness mengatakan jika saja ia diminta untuk memilih siapa lawan yang lebih ia sukai untuk dihadapi di atas lapangan, maka ia akan memilih Pogba. Sebab ia yakin pemain asal Prancis ini tak akan bekerja keras untuk menghentikan pergerakannya, dan hal itu berbeda jauh dengan Milner.

“Siapa yang lebih suka saya lawan? Paul Pogba. Saya tidak ingin bermain melawan Milner,” cetusnya.

“Tapi, dengan Pogba, ini semua tentang dirinya dan permainannya. Ia tidak akan menghentikan saya, ia membiarkan Anda bermain, dan itu salah satu kritikan padanya,” tegasnya.

“Menguasai bola hanya setengah dari permainan. Bagian besar menjadi pemain top, sebagaimana yang ia inginkan, adalah Anda harus menghentikan orang yang Anda hadapi. Dan itu bagian dari kapten. Jika saya mengalami hari yang baik, itu berarti saya menghentikan orang yang saya lawan secara langsung. Ini bukan sekedar tentang saya akan bermain dan saya akan bermain, ada sisi lain dalam pertandingan. Anda tak bisa menunjuk dan memilih kapan Anda ingin tampil bagus,” ketusnya.