http://arab-index.net/wp-content/uploads/2018/09/download-1.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Setelah melanglang buana bersama AC Milan, Adriano Galliani akhirnya kembali ke klub yang berbasis di kotak kelahirannya, yakni Monza. Ia pun menganggap momen-momen bersama Rossoneri yang berjalan 31 tahun sebagai masa pinjaman.

Galliani memulai kiprahnya di kancah sepak bola pada tahun 1986, di mana dirinya pada saat itu ditarik oleh Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi. Di tahun 2017, keduanya meninggalkan Rossoneri.

Setelah pergi, Galliani tidak mengambil peran apapun di klub lain. Namun baru-baru ini, ia kembali ke kancah sepak bola Italia dan menjabat sebagai CEO Monza, klub penghuni kasta ketiga Serie C.

BACA JUGA : Karena Pogba, Mourinho Bisa Kehilangan Dukungan Separuh Skuat MU

Monza merupakan tempat lahir Galliani. Sejak dirinya menikmati kesuksesan bersama Rossoneri, ia sudah menjadi salah satu pemegang saham pada klub asuhan Marco Zaffaroni tersebut.

Kini media dibuat ramai setelah dirinya bersama Belusconi memutuskan untuk mengambil alih Monza. Dirinya pun mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengurus tim kota kelahirannya itu.

“Bagi saya, ini adalah hari yang menyenangkan. Terima kasih kepada Silvio Berlusconi, saya kembali ke tim di hati serta kota saya.” ujar Galliani kepada wartawan, dikutip dari berita bola online.

“Di September 1975, saya menjadi pemegang saham di Monza berkat Aurelio Cazzaniga dan saya bertemu Felice Colombo sebagai wakil presiden. Mereka merupakan pelaku bisnis hebat dari Brianza,” lanjutnya.

Galliani menampik tudingan bahwa dirinya mengkhianati Milan dengan mengambil alih Monza. Baginya, ia hanya menjalani masa pinjaman bersama Rossoneri.

“Monza bukan berarti saya mengkhianati Milan, lebih tepatnya karena saya memulai di Monza dan pergi ke Milan dengan status pinjaman selama 31 tahun,” tambahnya.

“Hidup saya tanpa Berlusconi mungkin akan berbeda, dan sedikit kurang berkesan,” tutupnya.

Selain Galliani, Berlusconi baru-baru ini diresmikan sebagai pemilik terbaru Monza. Ia membeli klub tersebut melalui perusahaannya yang dulunya memegang Milan, Finnivest.