http://arab-index.net/wp-content/uploads/2018/10/103937975_050049044.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Ajang Supercoppa yang mempertemukan dua klub raksasa Italia, Juventus dan AC Milan, terancam batal dihelat di Arab Saudi. Hal tersebut dikarenakan desakan publik menyusul kematian salah satu jurnalis ternama, Jamal Khashoggi.

Pada bulan Juni lalu, pihak penyelenggara Serie A menyepakati kerja sama dengan Arab Saudi untuk menggelar Supercoppa. Kabarnya, kontrak yang disepakati kedua belah pihak bernilai tujuh juta euro dan berdurasi sekitar tiga sampai lima tahun ke depan.

Partai Supercoppa pertama akan diselenggarakan pada bulan Januari mendatang. Laga yang direncanakan berlangsung di King Fahd International Stadium tersebut akan mempertemukan Juventus selaku juara Serie A dan AC Milan, sang runner-up Coppa Italia.

Namun pertandingan itu mendapatkan pertentangan dari Allan Hogarth, seorang kepala bidang amnesti Internasional Inggris. Ia menganggap laga tersebut akan menjadi ajang ‘cuci tangan’ Arab Saudi terkait kasus kematian Jamal Khashoggi.

BACA JUGA : Ronaldo Diklaim Jadi Alasan Alexis Sanchez Enggan Tinggalkan MU

“Jelas bahwa negara seperti Arab Saudi sadar akan potensi olahraga untuk melakukan kebijakan menata ulang citra negara dengan halus,” ujar Hogarth dikutip dari berita bola online.

“Bahkan sejak sebelum pembunuhan mengerikan Jamal Khashoggi, Arab Saudi punya catatan buruk terhadap hak asasi manusia. Tim besar seperti Juventus dan Milan harus paham dalam acara olahraga di negara itu bisa menjadi bentuk dari Sportwashing,” lanjutnya.

“Kami meminta klub Italia ini berpikir dua kali soal sinyal yang dikirimkan untuk penggemar sepak bola di seluruh dunia, dan aktivis berani yang membela hak asasi di Arab Saudi,” tandasnya.

Kasus kematian Jamal Khashoggi sedang menjadi topik hangat di tengah-tengah publik belakangan ini. Dalam beberapa laporan, disebutkan bahwa pemerintah Arab Saudi terlibat dalam rencana pembunuhan jurnalis veteran tersebut.

Kolumnis asal Washington Post itu dikenal sering menyatakan kritikan keras terhadap pemerintah Arab Saudi. Tak hanya lewat media, ia juga kerap melancarkan serangan melalui sosial media Twitter.

Imbas dari kematiannya tidak hanya menyentuh sepak bola saja. Dua petenis dunia, Rafael Nadal dan Novak Djokovic, juga sedang dalam tekanan karena berencana melakukan pertandingan ekshibisi di Arab Saudi bulan depan.