http://arab-index.net/wp-content/uploads/2018/11/960.jpg
BERITA BOLA ONLINE
– Tersebarnya rumor-rumor negatif yang terjadi di sekitar dunia sepak bola kembali memakan korban. Kali ini, isu tersebut menuding bahwa Inter Milan melakukan serangkaian aksi ‘nakal’ terhadap Financial Fair Play dalam proses transfer Xherdan Shaqiri.

‘Football Leaks’ belakangan ini sedang menjadi pembicaraan utama penikmat sepak bola. Beberapa dokumen hasil retasan surat elektronik dari banyak klub besar Eropa lalu disebarkan melalui situs asal Swiss, Tagesanzeiger.ch dan surat kabar Jerman, Der Spiegel.

Salah satu rumor yang sedang menggetarkan dunia sepak bola adalah persekongkolan 16 klub besar Eropa untuk Liga Super Eropa. Selain itu, Manchester City dan PSG pun juga dituding mengakali FFP disertai bantuan dari UEFA dan FIFA.

Kali ini, nama Inter Milan juga terseret dalam kasus ‘Football Leaks’ ini. Dalam dokumen tersebut, dilansir dari berita bola onlne, Nerazzurri diklaim mengakali FFP dalam proses transfer Xherdan Shaqiri dari Bayern Munchen di tahun 2015 lalu.

BACA JUGA : Jadi Unggulan Liga Champions, Bos Juventus Justru Jagokan Barcelona

Pada saat itu, Inter memang sedang dalam pantauan UEFA soal status FFP mereka. Dalam kondisi demikian, Nerazzurri tak bisa melakukan pembelian pemain dalam bursa transfer dengan mahar lebih dari 15 juta euro.

Namun, klub raksasa Italia tersebut melakukan trik dalam proses administrasinya. Secara resmi, Inter membeli Shaqiri dengan status pinjaman gratis ditambah opsi pembelian, yang bersifat wajib jika beberapa kondisi terpenuhi.

Proses itu sudah diketahui secara umum. Namun, dokumen ‘Football Leaks’ menunjukkan bahwa Inter melakukan sedikit pengakalan dalam tiga klausul perjanjian dengan Bayern Munchen soal transfer Shaqiri.

Klausul pembelian pertama meyatakan bahwa Inter harus membayar biaya pembelian Shaqiri jika ia bermain pada rentang waktu satu Juli hingga 31 Desember 2015. Itu juga berlaku dalam berbagai bentuk pertandingan, baik resmi maupun uji coba.

Klausul kedua menyebutkan bahwa Inter harus membayar 15 juta meskipun Shaqiri tidak tampil dalam satu pertandingan sama sekali. Dengan syarat, pemain asal Swiss itu mengalami cedera atau larangan bermain.

Seolah masih belum cukup, klausul ketiga menyebutkan bahwa Inter diwajibkan mempermanenkan Shaqiri jika berada dalam 17 besar klasemen Serie A. Atau dengan kata lain, jika Nerazzurri berada di luar zona degradasi.

Situasi itu lalu membuat Nerazzurri wajib membayar mahar 15 juta euro pada 31 Desember 2015, yang bisa saja membuat mereka tersangkut FFP. Namun untungnya, Inter bisa mengakalinya dengan menjual Shaqiri ke Stoke City di bulan Agustus dengan harga 14,5 juta euro.