http://arab-index.net/wp-content/uploads/2019/03/21576869_1467007143379703_7280787474522046464_a.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Gabriel Batistuta kesal dengan perlakuan buruk Argentina terhadap salah satu penyerangnya, Gonzalo Higuain. Padahal menurut sang legenda tersebut, Higuain merupakan salah satu striker hebat yang pernah dimiliki oleh Albiceleste.

Pada hari Kamis (28/3) waktu setempat, Higuain memutuskan untuk mengakhiri karirnya di kompetisi internasional. Penyerang Chelsea tersebut mengaku sudah tak bisa lagi menahan tekanan dari publik yang menyasar pada performanya di depan gawang lawan.

Selama ini, Higuain telah menyarangkan 31 gol dari 72 penampilannya di Timnas Argentina. Torehan yang apik sebenarnya. Namun, ia tetap dikritik lantaran kontribusinya dalam tiga partai final yang dilakoni Albiceleste dianggap minim.

Bisa dibilang, Higuain adalah salah satu striker terbaik di dunia saat ini. Torehan 293 gol dari 588 penampilan yang ia koleksi dari enam klub berbeda seolah menjawab segalanya. Namun ia tak mampu lolos dari kritikan lantaran sering tampil buruk di satu laga penting.

BACA JUGA : Mirabelli Tawarkan Gabriel Jesus, Inter Malah Pilih Gabriel Barbosa

Batistuta mengkritik mereka, terkhusus publik Argentina, yang mengkritik Higuain perihal itu. Mantan penyerang Fiorentina dan AS Roma tersebut percaya bahwa Higuain merupakan salah satu penyerang terbaik saat ini.

“Sepertinya, bagi saya, dia adalah striker hebat,” tutur Batistuta soal Higuain, seperti yang dikutip dari berita bola online “Dihormati oleh seluruh dunia. Dan diperlakukan buruk di Argentina,” sambungnya.

 Lebih lanjut, Batistuta memberikan gambaran soal ketidakadilan yang kerap didapatkan oleh para penyerang. Contohnya, ada striker yang kemudian mendapat pujian karena mencetak gol di laga krusial walau bermain buruk di pertandingan lainnya.

“Kami membicarakan fakta bahwa seorang striker mungkin melewatkan 200 gol, tapi membuat satu, dua, atau tiga gol di momen yang tepat, jadi mereka selalu diingat akan segelintir yang mereka cetak, ketimbang yang mereka gagal lakukan,” lanjutnya.

“Ada juga yang kebalikannya. Higuain mencetak 200 gol, dan melewatkan tiga di momen yang kurang tepat; dan sayangnya, di Argentina, ia diingat karena itu. Ketika ia, sebaliknya, adalah salah satu striker terbaik yang pernah kami lihat pada beberapa tahun terakhir dalam skala global,” tandasnya.