http://arab-index.net/wp-content/uploads/2019/10/mathijs-de-ligt_1c2c18c.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Beberapa pekan lalu, Matthijs De Ligt sempat dibanjiri kritikan karena performanya yang dinilai tak sesuai dengan harga pembeliannya. Tapi belakangan ini, ia terlihat mulai nyaman bermain dengan Juventus.

Seperti yang diketahui, juara bertahan Serie A tersebut mengeluarkan uang yang sangat banyak demi mendaratkan De Ligt di Turin. 75 juta euro mereka korbankan agar bisa membujuk Ajax melepasnya.

Angka segitu jelas terbilang sangat tinggi bagi pemain seperti De Ligt, yang bahkan belum genap berumur 20 tahun pada saat itu. Namun performanya bersama Ajax di Liga Champions membuat Juventus percaya dengan kualitas serta potensinya.

Singkat kata, De Ligt resmi bergabung dengan Juventus dan tampil pada pekan kedua Serie A kontra Napoli. Usai pertandingan, ia dibanjiri kritikan lantaran dianggap sebagai penyebab dua dari tiga gol yang dicetak oleh Il Partenopei di laga tersebut.

BACA JUGA : Manchester City Sudah Siapkan Calon Pengganti Pep Guardiola, Siapa Dia?

De Ligt menjalani masa-masa buruk di masa awal karirnya bersama Juventus. Namun secara perlahan, performa yang ia tunjukkan saat membela Ajax Amsterdam mulai terlihat belakangan ini.

Ia tampil dalam dua laga terakhir Juventus, termasuk saat menghadapi Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions pada hari Rabu (2/10/2019). Bianconeri berhasil menyapu bersih dua pertandingan tersebut dengan kemenangan dan mencatatkan clean sheet.

“Saya sudah mulai terbiasa dengan cara rekan-rekan bermain. Bisa mengalahkan Bayer rasanya menyenangkan,” tutur De Ligt usai laga melawan Leverkusen yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Juventus, dikutip dari berita bola online.

“Sekarang ini, semuanya berjalan dengan baik. Saya dulunya adalah kapten Ajax dan saya bisa bicara banyak, sementara di sini saya harus menemukan tempat saya. Sekarang saya merasa telah menemukannya dan merasa senang karenanya,” lanjutnya.

Kultur sepak bola Italia yang mengandalkan pertahanan seharusnya bisa menjadi ‘surga’ bagi De Ligt untuk belajar banyak. Namun menurut pandangannya, sepak bola Italia sendiri sudah mengalami banyak perubahan.

“Italia dikenal sebagai sebuah negara dengan tim-tim yang bertahan, namun trennya sudah berubah: lihat saja seberapa tingginya mereka bertahan,” lanjut pria berkebangsaan Belanda tersebut.

“Kami memiliki pelatih baru dan bukan hanya saya saja yang belum beradaptasi. Sialnya, saya memulai dengan buruk, namun sedang berkembang setiap harinya dan di setiap pertandingan,” tandasnya.

Dengan cederanya Giorgio Chiellini, De Ligt diyakini akan kembali tampil saat Juventus bertemu Inter Milan di ajang Serie A akhir pekan nanti. Pertandingan itu sendiri digelar di markas Nerazzurri, Giuseppe Meazza.