http://arab-index.net/wp-content/uploads/2019/10/39032109_2396172480409967_745712614436241408_o.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Kemenangan Juventus atas Inter Milan dalam laga pekan ketujuh Serie A 2019/20, Senin (7/10/2019) dini hari tadi memberikan pengaruh besar. Berkat itu, Bianconeri pun berhasil menempati puncak klasemen saat ini.

Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, tersebut berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk Juventus. Dua gol dari skuat asuhan Maurizio Sarri dicetak oleh dua penyerang berkebangsaan Argentina, Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain.

Hasil ini seolah mengingatkan dengan laga antara Inter Milan melawan Juventus yang juga terjadi di ajang Serie A tahun 2017 lalu. Saat itu, Higuain juga menjadi pahlawan dengan golnya yang tercipta pada menit-menit akhir pertandingan.

Juventus pun berhasil mengkudeta posisi puncak yang sebelumnya diduduki oleh Inter Milan. Mereka juga belum merasakan kekalahan dan telah mengoleksi 19 poin dari enam kemenangan dan satu kali imbang atas Fiorentina.

Naiknya Juventus ke puncak klasemen diyakini bakalan mengubah peta persaingan Scudetto musim ini. Di tahun-tahun sebelumnya, Bianconeri sulit untuk dikudeta saat mereka sudah menempati posisi favoritnya tersebut.

BACA JUGA : Eks Liverpool Ini Coba Meramal Posisi Akhir Arsenal Musim Ini

Meskipun demikian, Maurizio Sarri selaku pelatih enggan merasa jemawa. Ia merasa keberhasilan menduduki puncak klasemen di masa awal musim seperti ini tidak memberikan pengaruh besar.

“Mengambil alih posisi puncak masih berarti kecil sekarang. Elemen yang paling signifikan adalah kami bermain apik, dengan karakter serta determinasi melawan sebuah tim yang telah memenangkan setiap laga sejauh ini,” ujar Sarri kepada berita bola online.

“Kami memulai dengan baik dan tepat dalam menggunakan pendekatan di momen yang memanas, jadi itu adalah sebuah pertanda yang bagus,” lanjut mantan pelatih Chelsea tersebut.

Publik dibuat terkejut dengan permainan operan cepat Juventus yang berujung pada gol Higuain di menit ke-80. Tercatat sedikitnya ada 24 operan yang terjadi selama proses pembuatan gol striker berumur 31 tahun itu.

“Tim berkualitas mampu melakukan itu. Saat operan terasa cair, sebuah gol dan peluang mencetak gol akan tiba sebagai konsekuensi langsung dari itu. Saya pikir tim ini telah membuat langkah maju dalam segi operannya,” tambahnya.

“Apa yang kami harus latih adalah dominasi permainan, mempunyai supremasi teritorial, menekan lebih baik, merebut inisiatif menyerang dari lawan agar kami bisa menghabiskan keseluruhan waktu kami di wilayah lawan,” tandasnya.

Setelah ini, Juventus akan rehat cukup lama karena jeda internasional yang berlangsung selama dua pekan ke depan. Aksi Cristiano Ronaldo dkk bisa disaksikan kembali pada tanggal 20 Oktober nanti dengan menghadapi Bologna di Allianz Stadium.