http://arab-index.net/wp-content/uploads/2020/04/rio-ferdinand-01-afp_a2f3a1a.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Legenda Manchester United, Rio Ferdinand memberikan masukan mengenai pemain mana saja yang harus didatangkan MU di musim panas nanti. Ia menilai ada tiga pemain yang bisa menghadirkan perbedaan yang nyata bagi skuat Setan Merah musim depan.

Sebelum kompetisi ditangguhkan karena virus corona, Manchester United menunjukkan performa yang cukup impresif. Setan Merah berhasil melalui 11 laga tanpa kekalahan, di mana mereka membuat 29 gol dan hanya kebobolan dua gol saja.

Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa timnya saat ini semakin dekat untuk menjadi penantang gelar juara. Namun ia merasa Setan Merah butuh tambahan tiga atau empat pemain baru sebelum jadi penantang gelar yang serius.

Ketika ditanya pemain mana yang perlu didatangkan MU, begini jawabannya. “Setiap minggu rumor ini selalu berganti-ganti,” buka Ferdinand kepada Berita Bola Online.

 

Ferdinand menyebut saat ini MU paling membutuhkan sosok winger kanan dan juga gelandang tengah.

“Saya pribadi pasti akan membeli Sancho. Bisa anda bayangkan Sancho berada di tim ini? Ia bisa menarik dua atau tiga pemain, dan Rashford bisa bebas berduel satu lawan satu? Ya Tuhan itu akan sangat mengerikan.”

“Saya juga mungkin akan mendatangkan Partey dari Ateltico Madrid atau Ndidi dari Leicester. Saya juga menyukai Saul Niguez karena dia adalah gelandang yang sangat sangat bagus.”

Ferdinand juga merekomendasikan MU membeli bek tengah baru. Ia menilai United perlu bek berkualitas agar kedalaman tim mereka tetap terjaga di musim depan.

“Saya juga merasa mereka masih membutuhkan seorang bek tengah baru meskipun pertahanan mereka mulai membaik.”

BACA JUGA : Sang Ayah Bantah Gonzalo Higuain akan Tinggalkan Juventus

“Mereka bisa mendatangkan pemain seperti Koulibaly atau jika mereka ingin mengincar bek muda, mereka bisa mengejar Ben Godfrey.” ujarnya.

Beberapa hari yang lalu, Ed Woodward mengumumkan bahwa Manchester United tidak bisa belanja besar di musim panas nanti.

Ia menyebut kondisi pandemi corona mempengaruhi keuangan klub dan juga bursa transfer secara umum, sehingga mereka tidak bisa menggelontorkan uang dalam jumlah besar.